HOTLINE / CALL US

Kombaca Unila Belajar Leadership Bersama IINUSA

9
Aug 2025
Category : Berita
Author : angel
Views : 158x

Komunitas Baca (Kombaca) Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Institut Teknologi Nusantara (IINUSA) mengadakan Leadership Development Program untuk Campus Literacy Ambassador Unila.

Kegiatan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan peran duta baca sebagai agen perubahan literasi kampus pada Sabtu, 9 Agustus 2025, melalui zoom meeting.

Pelatihan pertama ini dihadiri Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Unila Bayzoni, S.T., M.T., Pendiri IINUSA Ahmad U. Fahmi, Direktur Eksekutif IINUSA sekaligus penulis buku Kele, Teguh Saputra sebagai narasumber, dan anggota Kombaca Unila.

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kepemimpinan yang diawali dengan keberanian keluar dari zona nyaman, kemampuan mengambil keputusan, mengelola konflik, dan menyampaikan visi secara efektif.

Tiga tipe kepemimpinan turut dipaparkan, yaitu otoriter, demokratis, dan transformasional. Pembahasan juga mengangkat tantangan literasi di Indonesia, di antaranya rendahnya minat baca, keterbatasan akses sumber pengetahuan, maraknya konten negatif dan hoaks, minimnya fasilitas pendukung, serta kurangnya tenaga penggerak literasi.

Para Duta Baca diharapkan mampu mengurangi kesenjangan tersebut melalui program kerja kreatif dan berdampak, termasuk meningkatkan kunjungan perpustakaan dan minat baca mahasiswa.

“Kita lahir sebagai pemenang dan kita lahir menjadi pemimpin untuk diri kita sendiri,” ujar Teguh Saputra.

Leadership Development Program untuk Campus Literacy Ambassador Unila diselenggarakan selama empat kali selama bulan Agustus. Pelatihan dilakukan setiap hari Sabtu, 9, 16, 23 dan 30 Agustus 2025. Output dari kegiatan ini para peserta akan mendapatkan mentoring dalam merancang program literasi dan menerbitkan eBook Bersama.

Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk Kombaca Unila menjadi agen perubahan yang inspiratif, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di masyarakat luas, khususnya dalam mendorong literasi budaya dan digital.

Pertemuan pertama program ini membahas tentang Kepemimpinan Duta Baca sebagai Agen Literasi Kampus. Teguh menyampaikan, setiap orang mempunyai jiwa kepemimpian, kepemimpinan harus diawali dengan berani keluar dari zona nyaman untuk melihat apakah bisa bertahan atau tidak dalam kondisi tertentu.

Kepemimpinan sangat penting untuk mengukur bagaimana kinerja tercapai maksimal atau tidak, dapat mengelola konflik, bisa mengambil keputusan, dapat berorganisasi dengan baik, dan handal dalam mengkomunikasikan visi.

Duta baca dan komunitas baca harus mengurangi kesenjangan literasi antara individu dan menjadi penggerak literasi dengan membuat program kerja yang dapat membantu peningkatan pengunjung perpustakan dan meningkatkan minat baca serta literasi di masyarakat khususnya mahasisw. [Rilis]