Perpustakaan Unila jalin kerjasama Perguruan Tinggi Wilayah Lampung

Perpustakaan Unila: UPT Perpustakaan Universitas Lampung menggelar penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pemberdayaan dan Pemanfaatan Perpustakaan di Lingkup FPPTI Wilayah Lampung antara Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Lampung dengan para Perguruan Tinggi anggota yang berasal dari seluruh wilayan Provinsi Lampung. Kegiatan penandatanganan ini berlangsung Kamis (06/02/2020) setelah kegiatan Seminar Ilmiah Kepustakawanan dan Informasi,  di Ruang Seminar Lantai 3 UPT Perpustakaan Universitas Lampung.

Selain penandatanganan Nota Kesepahaman FPPTI Wilayah Lampung, UPT Perpustakaan Universitas Lampung juga menggelar penandatanganan perjanjian kerjasama dengan perpustakaaan perguruan tinggi dalam hal  kebebasan penelusuran informasi dan penggunaan koleksi, pengembangan literatur, dan sumber daya manusia.

Perpustakaan yang menandatangani nota kesepahaman dan Perjanjian  kerjasama meliputi:

  1. Politeknik Negeri Lampung
  2. Universitas Aisyah Pringsewu
  3. Akademi Kebidanan Wira Buana
  4. Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
  5. Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana
  6. Universitas Muhammadiyah Metro
  7. Stie Prasetya Mandiri
  8. Universitas Teknokrat Indonesia
  9. Universitas Bandar Lampung

Perpustakaan Unila Gelar Seminar Ilmiah Kepustakawanan dan Informasi

Perpustakaan Unila: UPT Perpustakaan Universitas Lampung  (Unila) menggelar Seminar Ilmiah Kepustakawanan dan Informasi, yang berkolaborasi dengan Program studi D3 Perpustakaan Unila, dan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Lampung, Kamis (6/2/2020), di Ruang Seminar Lantai 3 UPT Perpustakaan Universitas Lampung.

Kepala UPT Perpustakaan Unila yang juga merupakan Ketua FPPTI Wilayah Lampung Dr. Eng. Mardiana, S.T., M.T,. dalam sambutannya mengharapkan melalui  kegiatan ini para peserta bisa berbagi informasi untuk generasi penerus pustakawan. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat berdiskusi dan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari narasumber seminar.

Kegiatan bertema “Eksistensi Profesi dan Pendidikan Pustakawan di Era Revolusi Industri 4.0” ini menghadirkan DR. H. Zulfikar Zen, S.S., M.A. sebagai narasumber. Dosen Universitas Indonesia dan Universitas Yarsi Jakarta ini membahas mengenai eksitensi pustakawan, hakikat profesi pustakawan, dan organisasi pustakawan. Selain itu, Wakil Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) ini  juga menyampaikan tentang kode etik pustakawan, kompetensi dan pendidikan pustakawan.

“Pustakawan  adalah seorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau pelatihan kepustakawanan, serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan,” terangnya.

Ia mengatakan pustakawan berkewajiban memberikan layanan prima terhadap pemustaka, menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif, dan memberikan keteladanan dan menjaga nama baik lembaga dan kedudukannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Zulfikar Zen yang saat ini menjabat sebagai Dewan Eksekutif Pusatakawan ASEAN juga menerangkan pustakawan memiliki hak, antara lain : pengahasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan social, pembinaan karir sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas,dan kesempatan untuk menggunakan sarana dan prasarana dan fasilitas perpustakaan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

Seminar ini dihadiri oleh 126 peserta yang meliputi para kepala unit, kepala UPT, dosen, tenaga kependidikan di Lingkungan Unila, Ilmu Komunikasi, mahasiswa D3 Perpustakaan, pengurus dan anggota FPPTI Wilayah Lampung, para pustakawan, dan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI).[Subdiv.Publikasi]