Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan 2018 (Sniper 2018) – Hari 1

UPT Perpustakaan Universitas Lampung bekerjasama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) wilayah Lampung, Bina Perp. dan Kearsipan Prov. Lampung  menggelar acara tahunan Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan 2018 (SNIPer 2018) bertajuk “Knowledge Management Untuk Meningkatkan Kompetennsi dan Memperkuat Inovasi Perputakaan” dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan / tren terbaru di bidang perpustakaan dan informasi, memperluas wawasan, meningkatkan motivasi, inovasi, kreativitas serta kemampuan menganalisis karya ilmiah. Kegiatan ini telah diselenggarakan tiga hari yakni 5-6 November 2018 di Emersia Hotel dengan kegiatan seminar, lokakarya, presentasi makalah hasil call for paper dan diakhiri dengan Cultural Tour (Pulau Tegal Mas) pada tanggal 7 November 2018.

 

Menurut Ibu Rd. Erni Fitriani, S.sos., M.Si., selaku ketua pelaksana kegiatan melaporkan bahwa “SNIPer 2018 dihadiri oleh 100 peseta dengan 31 pemakalah yang berasal dari 30 PTN/S di Indonesia yang berada di 12 Provinsi yaitu DI Aceh, Sumatera Utara, Bengkuru, Kep. Riau, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Sulawesi. Dukungan juga mengalir dari banyak pihak yakni Perpustakaan Daerah Prov. Lampung, Spinger, CAMRIDGE University, IGroup, dan Sagung Seto”.

 

Ucapan selamat datang dan terima kasih yang disampaikan oleh Ibu Dr. Eng. Mardiana, S.T., M.T kepala UPT Perpustakaan Unila dan Ketua FPPTI Lampung kepada para peserta dan tamu undangan kepada pimpinan Unila, pimpinan fakultas Juga kepada kepala dinas Dan pengurus/anggota FPPTI Lampung. Kepada para pustakawan dan seluruh staf perpustakaan Unila yang sudah bekerja keras ikut mengawal perubahan yang terjadi pada perpustakaan kita sehingga sampai pada hari ini.

 

Kegiatan diresmikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung yakni Bapak Prof. Bujang Rahman M.Si. sekaligus menyampaikan pesan “Perkembangan industri kian pesat. Untuk sampai pada Revolusi Industri 2.0 ke 3.0 membutuhkan waktu 1 abad sedangkan dari 3.0 ke 4.0 hanya dengan waktu 48 tahun. Maka bisa jadi Revolusi Industri melesat dengan kurun waktu singkat untuk sampai di 5.0 dengan demikian diharapkan dunia kepustakaan ikut ambil andil berinovasi dalam perkembangan saat ini”.

 

Acara di lanjutkan materi dari narasumber Founder Drone Emprit yaitu Ismail Fahmi, Ph.d yang secara garis besar mengenalkan dan menyampaikan mengenai sofware onesearch.id Indonesia jebolan Perpustakaan Nasional yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan reset baik mahasiswa maupun dosen. Beliau juga memberikan pesan bahwa “Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang penelitian jika semua elmen terutama perguruan tinggi di Inonesia bekerjasama untuk membuka akses hasil penelitiannya dan memanfaatkan lebih digital”.

 

Presentasi call for paper oleh pemakalah SNIPer 2018 dengan tema Knowledge Management, Repositori dan Akses Terbuka, Transformasi dan Inovasi, Literasi Informasi, Layanan dan Promosi, serta Kompetensi Perpustakaan dibagi dalam Dua kelas mengakhiri seminar lokakarya pada hari pertama. (KB Yayu/Novi)