Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan 2017

Kamis, 16 November 2017, Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan 2017 (SNIPer 2017) merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan karya yang berupa ide, hasil penelitian/ pengkajian dalam inovasi dan kreatifitas yang dapat diterapkan untuk kemajuan dunia perpustakaan dan Informasi sesuai dengan tema besar SNIPer 2017 adalah “Perpustakaan sebagai Inkubator Inovasi dan Kreativitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Teknologi Informasi (TI) ”. Kegiatan ini diadakan oleh UPT Perpustakaan Universitas Lampung yang bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPTI) Wilayah Lampung dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Lampung, bertempat di Swiss BelHotel Lampung
“Sebanyak 105 peserta yang sudah melakukan registrasi 48 diantaranya menjadi pemakalah yang berasal dari berbagai instansi baik di dalam maupun di luar provinsi Lampung” demikian dilaporkan oleh ketua pelaksana yakni Dr. Eng. Dikpride Despa, S.T., M.T, IPM pada sesi pembukaan.

Kegiatan SNIPer 2017 ini langsung dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung yakni Bapak Prof. Bujang Rahman M.Si. Sebagai Narasumber Seminar yaitu : Imam Budi Prasetiawan S.S  (Ketua FPPTI Pusat)  dan Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A., PhD (Dosen Universitas Gajah Mada).

Pembicara pertama Bapak Imam Budi Prasetiawan S.S. dalam tema Transformasi Perpustakaan & Pustakawan di Era Digital menyampaikan bahwa “Pustakawan harus mampu melakukan inovasi karena tantangan bagi pustakawan adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat yang akan selalu mengalami revolusi seiring dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu seorang pustakawan harus selalu sharing, caring, dan berjejaring”.

 

Dalam kesempatan yang sama, Drs. Ida Fajar Prianto, M.A., Ph.D. sebagai pemateri kedua yang membahas mengenai Creative Librarian mengatakan “ Perpustakaan harus tetap hadir sebagai media untuk membangun pengetahuan individu, dapat dikatakan bahwa pustakawan harus selalu berusaha menggali berbagai hal yang berkaitan dengan sumber-sumber informasi, layanan, dan strategi memuaskan dan menyenangkan para pemustakanya. Tentunya hal ini dapat dicapai apabila pustakawan selalu berkreasi/berinovasi”.

 

 

Kegiatan ini akan berjalan selama 3 hari yakni dari tanggal 16- 18 November 2017 dengan kegiatan seminar, lokakarya, presentasi makalah hasil call for paper dan  diakhiri dengan Cultural Tour (Pulau Pahawang).(/KB)