Surveillance Audit ISO 9001:2015

[Perpus, 30/11] UPT Perpustakaan Universitas Lampung mengadakan kegiatan Surveillance Audit tahun pertama. ISO yang diajukan yakni Sertifikat ISO 9001:2015 tentang penjaminan mutu yang dikeluarkan oleh IAPMO R&T (International Association of Plumbing and Mechanical Officials Research and Testing). ISO 9001:2015 merupakan standar sistem manajemen mutu edisi kelima. Pelaksanaan Kegiatan audit ini berlangsung pada hari rabu, 29 November 2017 dimulai pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Wakil Manajemen Mutu UPT. Perpustakaan Universitas Lampung, Karjoso, S.Sos. mengatakan “ada empat divisi yang diaudit yakni divisi Managemen Mutu, Tata Usaha, Teknologi Informasi di mana terdapat dua bagian yakni Referensi dan Koleksi Digital, serta divisi Layanan Sirkulasi”.

“Sebelum dilakukan Survailance Audit, Perpustakaan telah melakukan audit internal pada setiap Divisi pada tanggal 17-18 Oktober 2017 dan Rapat Tinjauan Manajemen pada tanggal 21 November 2017. Audit internal dilakukan di ruangan masing – masing Audite. Audit internal ini disebut sebagai Rapat Tinjauan Managemen (RTM)  yang merupakan  salah satu persyaratan yang harus dilakukan sebelum melakukan kegiatan audit eksternal ” Demikian disampaikaan oleh Endah Kurniasari, S.I.Kom. selaku Lead Auditor internal UPT Perpustakaan Universitas Lampung.

Sebagaimana diketahui bahwa UPT Perpustakaan Universitas Lampung telah menerima sertifikat ISO sejak tahun 2016, dan setiap tahun akan diadakan audit eksternal (surveillance audit). Survailance Audit dilakukan setiap tahun agar Perpustakaan melakukan kegiatan sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan dapat memberikan kinerja yang baik demi kepuasan pemustaka. Untuk hasil pada audit ini, UPT Perpustakaan direkomendasikan tetap memegang sertifikat ISO 9001:2015 dengan beberapa perbaikan dan saran yang bersifat minor. Demikian disampaikan auditor H. Agus Hermawan, S.E., M.M saat pertemuan penutup bersama seluruh tim Perpustakaan Unila. Selamat untuk Perpustakaan Universitas Lampung, semoga semakin dapat menunjukkan kinerja lebih baik lagi ditahun tahun mendatang. [/KB]

SNIPer2017 – Tour Pulau Pahawang

Kegiatan Semiloka Inovasi Perpustakaan 2017 (SNIPer2017) diakhiri dengan tour ke Pulau Pahawang pada Sabtu, 19 November 2017.  Pulau Pahawang merupakan salah satu sebuah destinasi wisata alam yang berada di provinsi Lampung yang terkenal akan keindahan bawah lautnya.  Pulau Pahawang sendiri terbagi dalam 2 wilayah, yaitu Pahawang Besar dan Pulau Kecil dengan total luas 1.084 hektar. Pulau Pahawang berada di titik koordinat -5.671649, 105.218347.

Alamat atau lokasi Pulau Pahawang ini  berada di area Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan. Pulau ini bisa dijangkau kurang lebih 2 jam perjalanan jika dari Bandar Lampung.

Ada beberapa rute ke pulau Pahawang yang bisa digunakan, namun rute yang digunakan oleh  tim SNIPer 2017 yakni dengan menggunakan 2 buah bis yang berangkat dari UPT. Perpustakaan Unila dengan jam keberangkatan 06.00 WIB yang menuju Dermaga Ketapang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan kapal menuju Pahawang Besar yang membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari dermaga. Tiba di salah satu spot Pahawang yang pertama yaitu pulai Klagian kecil sekitar pukul 8.00 WIB. Kemudian dilanjutkan ke Cukuh Bendil dan makan siang di Pahawang Besar.

Pulau ini merupakan salah satu surga tersembunyi di mana wisatawan dapat menikmati keindahan alam bawah lautnya dengan melakukan snorkeling. “Pulau Pahawang Besar merupakan pulau utama di mana terdapat kurang lebih 840 kepala keluarga, penginapan dan beberapa fasilitas lainnya.” Begitu disampaikan oleh salah seorang Pemandu Wisata.

Selain ke Pahawang Besar, sebanyak 53 orang yang mengikuti Coltural Tour SNIPer 2017 juga mengunjungi salah satu pantai yang dikenal dengan sebutan Pantai Pasir Timbul. Dinamakan Pasir Timbul karena pada saat air laut surut, pasir itulah yang menghubungkan antara 2 pulau dan terkesan timbul. Spot ini adalah spot terakhir, tempat para peserta berfoto bersama dengan menggunakan atribut SNIPer2017.

Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan lancar, dan meninggalkan kenangan indah bagi para peserta. Ena Sukmana, S.Sos, seorang pustakawan dari ITB menyampaikan “Cultural Tour ke Pulau Pahawang ini sangat menyenangkan, rasa lelah perjalanan pun terbayar dengan keindahan bawah laut dan ditambah dengan  deretan pegunungan yang mengintari pantai Pasir Timbul yang masih terjaga kealamiannya”.

Sampai bertemu lagi pada kegiatan SNIPer berikutnya yang direncanakan merupakan kegiatan tahunan UPT Perpustakaan Unila bekerjasama dengan FPPTI wilayah Lampung dan Dinas Perpustakaan Kearsipan Prov Lampung.

Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan 2017 (SNIPer2017) – Hari 2

Kegiatan hari kedua SNIPer 2017 berlangsung dengan lancar, kegiatan dimulai dengan Lokakarya Penulisan Artikel Ilmiah yang dihadiri oleh 137 peserta. Sebagai narasumber lokakarya adalah Wiji Suwarno, S.PdI., S.IPI., M.Hum, seorang penulis sekaligus  sebagai Kepala Perpustakaan IAIN Salatiga. Ia menyampaikan “Menulis itu harus banyak mengamati, meniru, dan memodifikasi, jadikan menulis itu dari impossible menjadi I’m possible, karena menulis itu refresentasi peradaban“.

Sesi selanjutnya yaitu kelas paralel presentasi paper para peserta yang terdiri dari 3 kelas. Di sesi paralel juga diadakan Musyawarah Daerah yang ditujukan khusus bagi pengurus FPPTI Wilayah Lampung.

Kemudian kegiatan berlanjut dengan Library Tour ke UPT Perpustakaan Universitas Lampung dan Perpustakaan Malahayati.  “Library Tour ini bertujuan untuk memperkenalkan UPT Perpustakaan Universitas Lampung dan Perpustakaan Malahayati dalam hal teknologi layanan untuk para pemustaka, baik yang berkaitan dengan layanan sirkulasi, maupun teknologi yang digunakan guna untuk mempermudah pemustaka“ disampaikan oleh Dr. Eng. Mardiana, S.T., M.T. dalam wawancara.

Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan 2017 (SNIPer2017) – Hari 1

Kamis, 16 November 2017, Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan 2017 (SNIPer 2017) merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan karya yang berupa ide, hasil penelitian/ pengkajian dalam inovasi dan kreatifitas yang dapat diterapkan untuk kemajuan dunia perpustakaan dan Informasi sesuai dengan tema besar SNIPer 2017 adalah “Perpustakaan sebagai Inkubator Inovasi dan Kreativitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Teknologi Informasi (TI) ”. Kegiatan ini diadakan oleh UPT Perpustakaan Universitas Lampung yang bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPTI) Wilayah Lampung dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Lampung, bertempat di Swiss BelHotel Lampung
“Sebanyak 105 peserta yang sudah melakukan registrasi 48 diantaranya menjadi pemakalah yang berasal dari berbagai instansi baik di dalam maupun di luar provinsi Lampung” demikian dilaporkan oleh ketua pelaksana yakni Dr. Eng. Dikpride Despa, S.T., M.T, IPM pada sesi pembukaan.

Kegiatan SNIPer 2017 ini langsung dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung yakni Bapak Prof. Bujang Rahman M.Si. Sebagai Narasumber Seminar yaitu : Imam Budi Prasetiawan S.S  (Ketua FPPTI Pusat)  dan Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A., PhD (Dosen Universitas Gajah Mada).

Pembicara pertama Bapak Imam Budi Prasetiawan S.S. dalam tema Transformasi Perpustakaan & Pustakawan di Era Digital menyampaikan bahwa “Pustakawan harus mampu melakukan inovasi karena tantangan bagi pustakawan adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat yang akan selalu mengalami revolusi seiring dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu seorang pustakawan harus selalu sharing, caring, dan berjejaring”.

 

Dalam kesempatan yang sama, Drs. Ida Fajar Prianto, M.A., Ph.D. sebagai pemateri kedua yang membahas mengenai Creative Librarian mengatakan “ Perpustakaan harus tetap hadir sebagai media untuk membangun pengetahuan individu, dapat dikatakan bahwa pustakawan harus selalu berusaha menggali berbagai hal yang berkaitan dengan sumber-sumber informasi, layanan, dan strategi memuaskan dan menyenangkan para pemustakanya. Tentunya hal ini dapat dicapai apabila pustakawan selalu berkreasi/berinovasi”.

 

 

Kegiatan ini akan berjalan selama 3 hari yakni dari tanggal 16- 18 November 2017 dengan kegiatan seminar, lokakarya, presentasi makalah hasil call for paper dan  diakhiri dengan Cultural Tour (Pulau Pahawang).(/KB)