DUTA BACA PERPUS UNILA HADIRI TALK SHOW GERAKAN LAMPUNG MEMBACA BERSAMA NAJWA SHIHAB

Kamis 28 September 2017, Duta Baca Perpustakaan Unila 2017 yang dalam hal ini diwakili oleh Duta Baca Putra Ahmad Afan Efendi menghadiri acar Talkshow Gerakan Lampung Membaca yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung dan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Lapangan Korpri Provinssi Lampung.

Adapun yang menjadi narasumber dalam acara tersebut adalah M. Syarif Bando (Kepala Perpustakaan Nasional RI), M.Ridho Ficardo, S.Pi. M.Si. (Gubernur Lampung), Dedi Aprizal (Ketua DPRD Prov. Lampung), Najwa Shihab (Duta Baca Indonesia), M.Hasan Ashari (Penggiat Literasi Lampung).

Najwa Shihab dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal diantaranya  membahas tentang minat baca di Indoenesia. Dalam minat baca, Indonesia menempati peringkat ke 60 dari 61 negara. Sangat miris sekali, sehingga ketika Najwa diberi amanah menjadi duta baca indonesia oleh perpusnas, tentu menjadi hal yang sangat menakutkan dan mengkhawatirkan akan kenyataan tersebut. Kemudian Najwa Shihab juga mengajak kepada masyarakat untuk membudayakan membaca. “Mulailah membaca dari buku yang paling kalian suka, mulai dari k-pop, sepak bola, majalah, koran, dan sebagainya. Pada intinya mulailah biasakan membaca dari buku yang kalian suka, dan mulai budayakan lah membaca pada buku buku yg berbobot yang mencerdaskan anda”.

Selain itu Ahmad Afan Efendi sebagi duta baca Perpustakaan Unila yang berkesempatan untuk foto bersama Najwa shihab ini memberi komentar terkait acara tersebut “Acara hari ini merupakan gerakan awal mengajak masyarakat indonesia, dan lampung terutama untuk gemar membaca. Menurut saya acara ini sangat berkesan dan menarik, melihat permasalahan minimnya minat baca masyarakat indonesia semoga ada upaya real yang bisa kita lakukan bersama untuk mengatasinya. Semoga acara tersebut dapat menggugah hati seluruh peserta untuk gemar membaca, dan mengajak orang orang disekitar mereka untuk membudayakan membaca”. 

Afan juga menyampaikan harapan kepada mahasiswa Universitas Lampung agar  membudayakan membaca “Harapan saya setiap mahasiswa, Unila terutama, untuk lebih gemar membaca. Membudayakan membaca, dan membiasakan membaca. Tak harus dengan menggendong atau menenteng buku jika malu dikatakan kutu buku. Karena kita sudah berada di zaman digitalisasi, dimana dunia ada di genggaman kita. Kita bisa akses beribu situs bacaan secara gratis melalui gadget kita.  Jadi tidak ada alasan untuk tidak membaca”. [/Robi]

 

UPT Perpustakaan Peringkat 1 Kinerja Mutu Terbaik 2017

UPT Perpustakaan mendapatkan penghargaan yang disampaikan dalam Upacara Dies Natalis ke 52  Universitas Lampung di Aula Fak. Pertanian Unila, Senin 25 September 2017 . Penghargaan tersebut berupa peringkat 1 UPT dengan Kinerja Mutu Terbaik di linkungan Unila tahun 2017. Sedangkan peringkat 2 dan 3 masing-masing diperoleh UPT Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan UPT Lab. Terpadu.

Selain itu, penghargaan lain yang juga diterima Pustakawan UPT Perpustakaan Unila adalah peringkat 1, 2 dan 3 Kategori Pustakawan berprestasi tingkat Unila. Peringkat 1 diperoleh Rd. Erni Fitriani, S.Sos, M.Si, Peringkat 2 diperoleh Anita Ekarini, S.Sos, M.Si dan Peringkat 3 Endah Kurniasari, S.I.Kom.

Selamat buat UPT Perpustakaan Unila, manajemen, pustakawan, staf dan pemustaka. Semoga terus dapat meningkatkan kinerjanya dan memantaskan diri memperoleh peringkat terbaik.

Pustakawan Unila Menjadi Finalis Indonesian Academic Librarian Award (IALA) 2017

[Perpus_Unila, 18/9/2017] Indonesian Academic Librarian Award (IALA) merupakan apresiasi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) terhadap peran pustakawan perpustakaan perguruan tinggi dalam memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka dan juga mempromosikan kepustakawanan Indonesia kepada khalayak umum. Ajang ini adalah kegiatan rutin tahunan FPPTI dan tahun ini adalah kali kedua setelah kegiatan tahun sebelumnya (2016). Pada tahun ini IALA merupakan salah satu  dari rangkaian kegiatan Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia 2017 dan Musyawarah Nasional (MUNAS) FPPTI, dengan tema The Future of Indonesian Librarianship: Think Innovation and Change”. Semiloka dan Munas ini merupakan kerjasama FPPTI dengan Ikatan Sarjana dan Informasi Indonesia (ISIPII) dan IPC Corporate University.

Seleksi IALA 2017 diawali dengan seleksi berkas dan dokumen dari perwakilan yang dikirimkan oleh FPPTI wilayah seluruh Indonesia kepada FPPTI Pusat. Setelah melalui penilaian terhadap berkas dan dokumen portofolio peserta calon finalis seleksi IALA 2017, maka tim seleksi IALA menetapkan 5 (lima) finalis yang berhak mengikuti tahap seleksi selanjutnya. Anita Ekarini, S.Sos, pustakawan madya, UPT Perpustakaan Universitas Lampung (FPPTI Lampung) merupakan salah satu finalis IALA 2017 tersebut.

Tahap berikutnya, Anita beserta 4 (empat orang) finalis lainnya yaitu Mufiedah Nur, S.Sos., M.Si. dari Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jember (FPPTI Jatim), Rikarda Ratih Saptaastuti,S.Sos., dari Perpustakaan Universitas Katolik Soegijapranata (FPPTI Jateng), Jeng Ayu Ning Tyas, S.Sos. dari Perpustakaan Universitas Telkom (FPPTI Jabar), dan P. Iman Hery Wahyudi dari Perpustakaan Universitas Pelita Harapan (FPPTI DKI Jakarta), mengikuti seleksi berupa Presentasi Karya Unggulan dan Forum Group Discussion. 

Seleksi tahap final ini dilakukan pada hari Minggu, 17/9/2017 di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor. Dalam Presentasi Karya Unggulan, Anita membawakan makalahnya yang berjudul “Evaluasi Kinerja Perpustakaan Unila Dalam Upaya Pencapaian Visi Misi Berdasarkan  SNP PT 010:2011”.

Dari hasil seleksi final tersebut, terpilih satu orang pemenang yaitu Rikarda Ratih Saptaastuti,S.Sos. yang berasal dari Jawa Tengah. Pengumuman dan Penyerahan hadiah dilakukan pada hari Senin 18/9/2017 oleh Ketua FPPTI Pusat, Imam Budi Prasetiawan, S. S.

Selamat kepada pemenang dan seluruh finalis IALA 2017 semoga dapat terus semangat berkiprah dan memberikan yang terbaik dalam dunia kepustakawanan. (/Zad)

Tahun 2017, Tiga Pustakawan Unila Purnabakti

[Perpus_Unila, 15/9/2017]Selamat menjalani masa pensiun sahabatku. Terimakasih sudah menjadi tim yang hebat selama ini di Perpustakaan Unila. Semoga selalu bahagia dan sukses dalam karya berikutnya.” Demikian tulisan yang tertera pada banner yang dipasang di ruang Auditorium Perpustakaan Unila siang tadi (Jum’at, 15/9/2017). Ya, tulisan pada banner tersebut mewakili perasaan haru segenap Keluarga besar UPT Perpustakaan Unila melepas 3 (tiga) orang pustakawan yang purnabakti tahun 2017 ini. Pustakawan purnabakti tersebut adalah : Suyoto, S.H., S.I.P., Suparjana, S.Pd. dan Yuliati. 

Acara siang ini memang sengaja dikhususkan untuk momen perpisahan keluarga Perpustakaan dengan ketiga purnabakti tersebut, walaupun satu orang ternyata tidak dapat hadir. Kepala Perpustakaan Unila, Mardiana, dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih yang setinggi-tingginya atas sumbangsih mereka untuk Perpustakaan Unila. Permohonan maaf  atas segala salah dan khilaf yang disengaja maupun tidak selama saling berinteraksi di Perpustakaan, serta permohonan agar silaturahmi tetap terjalin walaupun saat ini sudah berbeda tempat berkarya. “Saya akan selalu ingat betapa bersemangat dan banyak ide-nya pak Yoto dalam pengembangan IT Perpustakaan, betapa terampil dan telatennya pak Jono dalam merawat buku, serta betapa rajin bu Yuli dalam mengolah buku, selalu tampil dengan senyum keibuan-nya” lanjutnya.

Ungkapan terimakasih dan kesan juga disampaikan oleh Karjoso sebagai wakil dari pustakawan dan seluruh anggota perpustakaan. Betapa banyak cerita kebersamaan yang terukir, manis pahit yang dijalani bersama, semoga seterusnya menjadi kenangan indah bersama dan tidak terlupakan.

 

 

 

 

 

 

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan do’a, penyampaian kata perpisahan oleh purnabakti dan pemutaran slide foto kenangan ketiga purnabakti selama di Perpustakaan dan penyerahan cindera mata. Kemudian ditutup dengan hiburan dan foto bersama.

Selamat berpisah sahabat, semoga kami dapat selalu memiliki semangat belajar dan kerja keras sepertimu. Terimakasih sudah memberi contoh yang baik untuk kami selama ini. Semoga selalu bahagia dan sukses dalam karya berikutnya. (/Zad)

 

 

 

Pengalaman Mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Layanan Informasi Bagi Pekerja Informasi di Era Digital di IPC University, Bogor

Perpus, 13/9/17 – Perpustakaan dalam layanannya tidak dapat hanya sekedar bersandar atas koleksi yang dimilikinya. Pengelola perpustakaan harus memiliki akses yang luas terhadap informasi yang dibutuhkan oleh pemustakanya. Kompetensi pengelola perpustakaan berkaitan dengan literasi informasi harus ditingkatkan lagi dalam hal kemampuan teknis dan aplikatif. Kemampuan ini sangat diperlukan pengelola perpustakaan karena merekalah yang akan berperan membantu pemustaka untuk menemukan informasi yang diperlukannya.

Berkaitan dengan upaya meningkatkan kompetensi pustakawan dan membekali mereka dengan kemampuan teknis dan aplikatif tersebut, maka UPT Perpustakaan Unila ikut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Layanan Informasi Bagi Pekerja Informasi di Era Digital dengan mengirimkan pustakawannya yaitu Endah Kurniasari, S.Sos dan Katrin Setio Devi, S.Hum. Kegiatan Workshop ini dilaksanakan di IPC Corporate University, Bogor pada tanggal 29 s.d. 31 Agustus 2017 yang merupakan kerjasama ISIPII (Ikatan Sarjana dan Informasi Indonesia)  bersama FPPTI (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia).

Berikut pengalaman mengikuti workshop yang dibagi oleh Endah dan Katrin dalam kegiatan Sharing dan Diskusi kelompok pustakawan Unila di ruang cadangan Lt.2 UPT Perpustakaan Unila, hari ini Rabu, 13/9/17. Menurut mereka, workshop ini sangat aplikatif dan seru, banyak materi dan latihan untuk mengembangkan keterampilan penelusuran, penyajian, dan kemas ulang informasi. Pada hari pertama, para pemateri mengemukakan bagaimana untuk menjadi pustakawan yang kritis dan kreatif. Di era digital ini, perpustakaan memiliki 3 tantangan terbesar yaitu teknologi, ledakan informasi, dan pemustaka yang digital native. Dilanjutkan pada hari ke dua, pemateri memberikan beberapa inovasi yang dapat diterapkan di perpustakaan untuk menanggulangi permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya.

Pada hari ketiga adalah sesi outbound yang bertema treasure game. Dalam game tersebut para peserta berlomba-lomba untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh panitia. Pertanyaan tersebut dikemas dalam bentuk QR Code. Pertanyaannya adalah seputar materi yang telah diberikan pada 2 hari sebelumya. Kelompok kami, kelompok 1 yang terdiri dari Katrin dan Endah (Pustakawan Unila), Nunung (Pustakawan Kementrian Kelautan), Nita (Pustakawan Mercubuana University), Djati (Pustakawan DPR RI) dan Kiki (Pustakawan POLITEKNIK Pontianak) memenangkan game tersebut. Sesi terakhir pada hari ketiga adalah pemberian reward dari treasure game, dan beberapa kata perpisahan dari panitia. Sungguh pengalaman mengikuti workshop yang menyenangkan, selain padat materi juga dilengkapi dengan kegiatan game yang menghibur dan menginspirasi. Demikian ujar Katrin menutup cerita pengalamannya.

Semoga kegiatan workshop seperti ini dapat terus diikuti agar menambah wawasan, semangat dan  inspirasi para pustakawan untuk Perpustakaan Unila yang lebih baik. (/Zad)