Kiosk Layanan Cetak Mandiri Koleksi Karya Ilmiah (KKI) Digital

Salah satu misi UPT Perpustakaan Unila adalah “Memberikan pelayanan prima yang didukung TI bagi pemustaka”. Berlandaskan misi tersebut, UPT Perpustakaan Unila pada tanggal 01 Februari 2019 menerapkan sistem baru pada layanan Koleksi Karya Ilmiah berupa Layanan Cetak Mandiri Koleksi Karya Ilmiah (KKI) Digital menggunakan KiosK.

Kiosk layanan cetak mandiri merupakan alat yang disediakan bagi Pemustaka yang ingin mencetak KKI yang tayang pada  http://digilib.unila.ac.id. Sebagaimana diketahui bahwa alamat akses tersebut merupakan digital repository Perpustakaan Unila yang berisi karya ilmiah mahasiswa baik berupa tesis, skripsi maupun tugas akhir. Akses digital repository tersebut berdasarkan kebijakan yang berlaku di Universitas Lampung, umumnya bersifat publik, artinya dapat diakses oleh semua pengguna tanpa terkecuali. Akan tetapi khusus pada bab pembahasan KKI, diberlakukan persyaratan akses yang ditetapkan agar pengguna dapat memperoleh informasi bab tersebut.

Koordinator layanan KKI Perpustakaan Unila Ery Elyasari, S.I.Kom menjelaskan persyaratan dan  langkah-langkah layanan cetak mandiri yaitu :

  1. Membawa kartu anggota perpustakaan (KTM bagi Mahasiswa Unila /Kartu Pegawai bagi Pegawai Unila / Kartu Baca Perpustakaan Unila bagi Pengguna Luar Unila)
  2. Pemustaka mendaftar dan mengisi formulir permohonan cetak KKI di ruang Layanan KKI
  3. Pemustaka mengisi saldo pada petugas (jumlah sesuai dengan estimasi biaya cetak)
  4. Satu lembar hasil cetak terdiri dari 2 (dua) halaman KKI.
  5. Dana tersisa pada saldo dapat diambil kembali atau disimpan untuk biaya cetak berikutnya.

Semoga dengan adanya fasilitas dan layanan cetak mandiri ini dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi dan menjadi referensi bagi pemustaka dalam menyelesaikan tugas ataupun penulisan karya ilmiahnya.

Penandatanganan MoU antara Universitas Lampung dengan FPPTI dan ISIPII tahun 2019

Perpus Unila (18/2), kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Universitas Lampung antara Universitas Lampung (Unila) dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) dan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (ISIPII) telah dilaksanakan pada hari Senin 18 Februari 2019 pukul 13.30 WIB bertempat di Ruang Auditorium Lt.3 UPT Perpustakaan Universitas Lampung. Penandatanganan naskah MoU dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P. (Unila), Imam Budi Prasetiawan, SS. M.I.Kom. (FPPTI) dan Farli Elnumeri, SS., M.Hum. (ISIPII). Kegiatan ini dihadiri oleh 102 peserta dari berbagai kalangan termasuk wakil rektor Unila, dekan dan wakil dekan Unila, mahasiswa, anggota FPPTI Lampung (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia) dan pustakawan Unila.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P. mengatakan bahwa fungsi perpustakaan di era revolusi industri 4.0 semakin penting, selain sebagai tempat mencari ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai jendela untuk mencari inspirasi.

 

Pada kesempatan ini juga Ketua FPPTI Imam Budi Prasetiawan, SS. M.I.Kom. mengatakan bahwa kerjasama ini nantinya akan berupa kegiatan-kegiatan bersama Perpustakaan yang mendukung Tri Darma Perguruan Tinggi. Untuk tahun 2019 ini, dari hasil dari Rakernas Pustakawan Nasional tahun lalu, Lampung akan menjadi tuan rumah Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia 2019.

 

Selanjutnya pada kesempatan yang sama Presiden ISIPII Farli Elnumeri, SS., M.Hum. mengatakan bahwa ilmu perpustakaan sudah selayaknya menjadi sorotan, karena melalui perpustakaanlah seseorang dapat memperoleh informasi dan data. Farli juga menghimbau dan mengapresiasi Unila untuk rencana pembukaan jurusan S1 Perpustakaan di Unila, karena diharapkan akan dapat mencetak para ahli perpustakaan yang siap bersaing di dunia.

 

Acara dilanjutkan dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Unila dengan FPPTI dan ISIPII. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) UPT Perpustakaan Unila dengan FPPTI dan ISIPII, Penyerahan Plakat dan Cendera mata serta Foto Bersama kepada undangan yang hadir.

Semoga dengan terselenggarannya MoU antara Unila dengan FPPTI dan ISIPII ini, dapat semakin bersinergi untuk pengembangan Perpustakaan dan Informasi di Indonesia.

Survailance Audit Management System Year 2 ISO 9001 : 2015

[Perpus, 21/11] UPT Perpustakaan Universitas Lampung mengadakan kegiatan Audit Surveillance tahun kedua, ISO 9001:2015. Audit Surveillance ini dilaksanakan oleh P.T. IAPMO Group Indonesia pada Rabu tanggal 21 November 2018 dimulai pukul 08.30 WIB hingga 19.00 WIB.

 

Rangkaian acara audit dimulai dengan Pembukaan oleh kepala UPT Perpustakaan Unila Ibu Dr. Eng. Mardiana, S.T., M.T, kemudian penjelasan tentang jadwal audit surveillance oleh Auditor IAPMO Group Indonesia, Ibu Dewi Safrita.

 

Sesi pertama audit dilakukan pertemuan dengan top manajemen (Kepala UPT. Perpustakaan). Kemudian dilanjutkan dengan Wakil Manajemen Mutu dibawah Koordinator Bapak Karjoso, S.Sos. Sesi berikutnya ada 3 divisi  yang diaudit yaitu Divisi Layanan Pengguna pada Subdivisi Sirkulasi (diwakili oleh Ibu Reta Surya, S.P. dan didampingi oleh Ibu Anita Ekarini, S.Sos M.Si), Subdivisi Cadangan (Ibu Teti Novianti, A.Md.), dilanjutkan Divisi Layanan Teknik pada Subdivisi Pengadaan BP (Bapak Karjoso, S.Sos dan Ibu Nurhidayah, S.Sos) serta Divisi Litbang Dan Kerjasama pada Subdivisi Pengembangan SI dan Publikasi (Ibu Dr. Eng. Dikpride Despa, S.T., M.T,).

Survailance Audit dilakukan setiap tahun agar Perpustakaan melakukan kegiatan sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan dapat memberikan kinerja yang baik demi kepuasan pemustaka dan tetap pada standar mutu yang telah ditetapkan oleh International.

Pada sesi penutupan sore hari pukul 17.30 WIB, auditor menyampaikan bahwa dari hasil audit ditemukan beberapa point yang masih perlu perbaikan dan saran yang bersifat minor agar seluruh proses dapat berjalan dengan lebih baik lagi sesuai standar ISO. Namun demikian, berita gembiranya yang disampaikan auditor adalah bahwa UPT Perpustakaan direkomendasikan tetap memegang sertifikat ISO 9001:2015. Alhamdulillah, Selamat untuk UPT Perpustakaan Universitas Lampung, semoga tetap semangat dan semakin dapat menunjukkan kinerja lebih baik lagi ditahun tahun mendatang. [Novi]

 

SNIPer 2018 – Tour Pulau Tegal Mas

SNIPer (Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan) yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan Universitas Lampung bekerjasama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) wilayah Lampung, serta Bina Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung diakhiri dengan cultural tour ke Pulau Tegal Mas pada Rabu, 7 November 2018. Yang dipandu oleh pemandu wisata dari Dinas Pariwisata Provinsi Lampung.

Pulau Tegal Mas merupakan salah salah satu destinasi wisata di Provinsi Lampung dengan luas lahan sekitar 98 Ha yang terkenal dengan keasrian alam eksotis dan wisata bawah laut yang memukau. Pulau Tegal Mas yang juga disebut sebagai pulau impian ini secara geografis berada pada koordinat 06034’05’’ Lintang Selatan dan 105016’31 Bujur Timur. Berlokasi di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

 

Menuju Pulau Tegal Mas, dapat ditempuh dengan beberapa rute yakni, dari Pusat Kota Bandar Lampung menuju Pantai Sari Ringgung, Pantai Mutun, atau BBL Hanura. Tim SNIPer 2018 menempuh rute perjalanan dari Emersia Hotel Bandar Lampung menuju Pantai Sari Ringgung selama 1-1,5 jam ke Pantai Sari Ringgung. Tiba di Dermaga Pantai Sari Ringgung, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki perahu dengan kapasitas 50-60 orang menuju Pulau Tegal Mas dengan waktu tempuh 15-30 menit.

 

 

 

Sampai di Pulau Tegal Mas, Tim SNIPer 2018 tampak begitu antusias. Disambut dengan pemandangan yang asri, pantai pasir putih nan lembut, gazebo-gazebo di pinggiran pantai, cottage yang menghadap langsung ke laut dengan air laut yang begitu jernih, dan fasilitas lain yang membuat pulau ini benar-benar menjadi pulau impian.

 

 

Tim Sniper 2018 melakukan wisata bawah laut, melihat aneka terumbu karang dan aneka biota laut beragam melalui aktivitas snorkeling. Spot snorkeling ini berada tak begitu jauh dari bibir pantai, dan ini merupakan salah satu keunggulan tersendiri. Selama beberapa jam berada di bawah laut, Tim SNIPer pun juga melakukan aktivitas menaiki dan mengayuh  perahu-perahu kecil dengan sampan. Tim tidak merasa khawatir, karena Pulau Tegal Mas begitu aman untuk kegiatan snorkeling, diving ataupun kegiatan yang mengharuskan berinteraksi dengan air laut lainnya. Ombak begitu kecil, bahkan hampir seperti tidak berombak.

Memasuki waktu dzuhur, tim bergegas mempersiapkan diri untuk sholat. Kemudian setelah sholat didirikan, tim menyantap hidangan bersama-sama dengan diiringi hiburan lagu-lagu yang dinyanyikan secara bergantian. Suasana yang menyenangkan dan menyegarkan setelah sesi kegiatan Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan di dua hari sebelumnya (5-6 Oktober) yang banyak digunakan untuk berpikir secara ilmiah.

Tidak lupa, tim melakukan sesi foto di beberapa titik di Pulau Tegal Mas untuk mengabadikan momen berharga agenda SNIPer yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali ini. Setelah puas berfoto-foto di Pulau Tegal Mas, tim kembali menuju pantai Sari Ringgung untuk kemudian kembali ke Bandar Lampung. Namun sebelum itu, tim singgah terlebih dahulu di Masjid Terapung yang berada dekat di Pinggir Pantai Sari Ringgung untuk mengabadikan momen. Masjid Terapung, merupakan masjid yang dibangun sebagai tempat ibadah para nelayan pada kususnya dan masyarakat secara umumnya. Pengurus masjid menjelaskan bahwa Masjid Terapung telah dibangun selama kurang lebih sepuluh tahun.

Setelah melakukan perjalanan wisata dari pukul 07.30 WIB, Tim tiba kembali di Emersia Hotel pukul 16.00 WIB. SNIPer (Semiloka Nasional Inovasi Perpustakaan) resmi berakhir dengan berakhirnya wisata Pulau Tegal Mas. (KB Widya Ayu)