Warga Universitas Lampung kembali mendapat kesempatan menyaksikan film-film Perancis terbaru melalui " Festival Sinema Perancis 2007". Seperti tahun-tahun sebelumnya, Universitas Lampung menjadi salah satu tempat pemutaran film-film tersebut yang tahun in imerupakan ke-6 kalinya. Pemutaran film yang gratis tersebut akan diadakan di 2 tempat, yaitu Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung tanggal 16 April 2007 jam 10.00, dan di Rumah Perancis (komplek dosen Unila) tanggal 17 April 2007.
Pembukaan acara dilakukan oleh PR 4 Unila, Ir. Anshori Djausal, M.T yang mewakili Rektor Unila. Beliau menyatakan "Perancis menjadi salah satu tujuan masyarakat dunia yang mendatangi suatu negara dan dalam 1 tahun sekitar 22 juta orang mengunjungi Kota Paris, tetapi kota tersebut dan budayanya tidak berubah, begitupun dengan kota-kota besar lain di dunia." Lebih lanjut beliau mengatakan "Kita harus belajar dari kenyataan budaya tersebut, dan jangan menjadi xenopobhia yang berlebihan". Selain di Unila, di Bandar Lampung pemutaran film Perancis juga akan diadakan di Cafe Dawiels (17 April), Cafe Diggers (18 April), Hotel Marcopolo (19 April), dan Bioskop Kartini 21 (21-22 April), dengan rata-rata tiket Rp. 10.000. Tahun ini Bandar Lampung menjadi bagian dari 6 kota di Indonesia yang menggelar Festival Sinema Perancis, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, dan Bali. Pada Festival yang ke-12 kali diadakan, tahun ini akan diputar 31 film terbaru, yang mencerminkan keanekaragaman sinema Perancis, dari komedi sampai drama dengan melalui animasi dan film dokumenter. Film-film tersebut adalah :  | - Hors de prix (Priceless), Karya Pierre Salvadori
- Le concile de pierre (The Stone council), Karya Guilllaume Nicloux
- Comment j'ai fêté la fin du monde (How I celebrate the end of the world), Karya Catalin Mitulescu
- Changement d'adresse (Moving), Karya Emmanuel Mouret
- Coeurs (Private fears in public places), Karya Alain Resnais
- Azur and Asmar, Karya Michel Ocelot
- Arthur et les minimoys (Arthur and the invisible), Karya Luc Besson
- A perfect day, Karya Joana Hadjithomas, Khalil Joreige
- 13 Tzametti, Karya Gela Babluani
- L'étoile du soldat (Soldier's star), Karya Christophe de Ponfilly
- Paris, I love you (Paris, je t'aime), Karya 20 cinéastes réputés à travers le monde / 20 famous directors around the world
- Les ambitieux (The ambitious), Karya Catherine Corsini\
- Un ami parfait (A perfect friend), Karya Francis Girod\
- Asterix et les vikings (Asterix and the vikings), Karya Stefan Fjelmark
- Dans Paris (In Paris), Karya Christophe Honoré
- Enfermés dehors (Locked out), Karya Albert Dupontel
- Jean-Philippe, Karya Laurent Tuel
- Je m'appelle Elisabeth (My name is Elizabeth), Karya Jean-Pierre Améris
- Je ne suis pas là pour être aimé (I am not here to be loved) Karya, Stephane Brizé
- J'invente rien (I invent nothing), Karya Michel Leclerc
- Meurtrières (Murderess), Karya Patrick Grandperret
- Molière, Karya Laurent Tirard
- Mon meilleur ami (My best friend), Karya Patrice Leconte
- Le petit lieutenant (The little lieutenant), Karya Xavier Beauvois
- Quand j'étais chanteur (When I was a singer), Karya Xavier Gianoli
- Qui m'aime me suive (Those who like me follow me), Karya Benoît Cohen
- Renaissance (Revival), Karya Christian Volckman
- Toi et moi (You and me) Karya Julie Lopes Curval
- La trahison (A betrayal) Karya Philippe Faucon
- Transylvania, Karya Tony Gatlif
- U, Karya Serge Elissade
| Dari semua film yang diputar, seperti biasa tiap tahunnya FSP akan memilih 10 film untuk dikompetisikan. Sepuluh film itu adalah A Perfect Day (drama), Quand j’etais chanteur (drama), La trahison (drama), Coeur (drama), Jean-philippe (komedi), 13 tzameti (thriller), Je m’apple Elizabeth (drama-komedi), Azur et asmar (animasi), Moliere (komedi), dan Meurtriere ( drama). Tahun ini, yang diberi kesempatan untuk menjadi juri kompetisi film tersebut adalah Ria Irawan, Lukman Sardi, Ben Joshua, sutradara Teddy Soeriaatmadja, Olga Lydia, dan Ardina Rasti. Mereka akan menentukan siapakah yang memenangkan kategori film terbaik, actor dan aktris terbaik, sutradara terbaik, dan skenario terbaik pada malam penutupan tanggal 22 April di Blizt Megaplex Grand Indonesia. |