Perpustakaan Digital
        Joomla! License arrow Home    Sunday, 21 March 2010

Festival Sinema Perancis 2007
Monday, 16 April 2007
ImageWarga Universitas Lampung kembali mendapat kesempatan menyaksikan film-film Perancis terbaru melalui " Festival Sinema Perancis 2007". Seperti tahun-tahun sebelumnya, Universitas Lampung menjadi salah satu tempat pemutaran film-film tersebut yang tahun in imerupakan ke-6 kalinya. Pemutaran film yang gratis tersebut akan diadakan di 2 tempat, yaitu Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung tanggal 16 April 2007 jam 10.00, dan di Rumah Perancis (komplek dosen Unila) tanggal 17 April 2007.

Pembukaan acara dilakukan oleh PR 4 Unila, Ir. Anshori Djausal, M.T yang mewakili Rektor Unila. Beliau menyatakan "Perancis menjadi salah satu tujuan masyarakat dunia yang mendatangi suatu negara dan dalam 1 tahun sekitar 22 juta orang mengunjungi Kota Paris, tetapi kota tersebut dan budayanya tidak berubah, begitupun dengan kota-kota besar lain di dunia." Lebih lanjut beliau mengatakan "Kita harus belajar dari kenyataan budaya tersebut, dan jangan menjadi xenopobhia yang berlebihan".

Selain di Unila, di Bandar Lampung pemutaran film Perancis juga akan diadakan di Cafe Dawiels (17 April), Cafe Diggers (18 April), Hotel Marcopolo (19 April), dan Bioskop Kartini 21 (21-22 April), dengan rata-rata tiket Rp. 10.000. Tahun ini Bandar Lampung menjadi bagian dari 6 kota di Indonesia yang menggelar Festival Sinema Perancis, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, dan Bali.

Pada Festival yang ke-12 kali diadakan, tahun ini akan diputar 31 film terbaru, yang mencerminkan keanekaragaman sinema Perancis, dari komedi sampai drama dengan melalui animasi dan film dokumenter. Film-film tersebut adalah :

sf
  1. Hors de prix (Priceless), Karya Pierre Salvadori
  2. Le concile de pierre (The Stone council), Karya Guilllaume Nicloux
  3. Comment j'ai fêté la fin du monde (How I celebrate the end of the world), Karya Catalin Mitulescu
  4. Changement d'adresse (Moving), Karya Emmanuel Mouret
  5. Coeurs (Private fears in public places), Karya Alain Resnais
  6. Azur and Asmar, Karya Michel Ocelot
  7. Arthur et les minimoys (Arthur and the invisible), Karya Luc Besson
  8. A perfect day, Karya Joana Hadjithomas, Khalil Joreige
  9. 13 Tzametti, Karya Gela Babluani
  10. L'étoile du soldat (Soldier's star), Karya Christophe de Ponfilly
  11. Paris, I love you (Paris, je t'aime), Karya 20 cinéastes réputés à travers le monde / 20 famous directors around the world
  12. Les ambitieux (The ambitious), Karya Catherine Corsini\
  13. Un ami parfait (A perfect friend), Karya Francis Girod\
  14. Asterix et les vikings (Asterix and the vikings), Karya Stefan Fjelmark
  15. Dans Paris (In Paris), Karya Christophe Honoré
  16. Enfermés dehors (Locked out), Karya Albert Dupontel
  17. Jean-Philippe, Karya Laurent Tuel
  18. Je m'appelle Elisabeth (My name is Elizabeth), Karya Jean-Pierre Améris
  19. Je ne suis pas là pour être aimé (I am not here to be loved) Karya, Stephane Brizé
  20. J'invente rien (I invent nothing), Karya Michel Leclerc
  21. Meurtrières (Murderess), Karya Patrick Grandperret
  22. Molière, Karya Laurent Tirard
  23. Mon meilleur ami (My best friend), Karya Patrice Leconte
  24. Le petit lieutenant (The little lieutenant), Karya Xavier Beauvois
  25. Quand j'étais chanteur (When I was a singer), Karya Xavier Gianoli
  26. Qui m'aime me suive (Those who like me follow me), Karya Benoît Cohen
  27. Renaissance (Revival), Karya Christian Volckman
  28. Toi et moi (You and me) Karya Julie Lopes Curval
  29. La trahison (A betrayal) Karya Philippe Faucon
  30. Transylvania, Karya Tony Gatlif
  31. U, Karya Serge Elissade
Dari semua film yang diputar, seperti biasa tiap tahunnya FSP akan memilih 10 film untuk dikompetisikan. Sepuluh film itu adalah A Perfect Day (drama), Quand j’etais chanteur (drama), La trahison (drama), Coeur (drama), Jean-philippe (komedi), 13 tzameti (thriller), Je m’apple Elizabeth (drama-komedi), Azur et asmar (animasi), Moliere (komedi), dan Meurtriere ( drama).

Tahun ini, yang diberi kesempatan untuk menjadi juri kompetisi film tersebut adalah Ria Irawan, Lukman Sardi, Ben Joshua, sutradara Teddy Soeriaatmadja, Olga Lydia, dan Ardina Rasti. Mereka akan menentukan siapakah yang memenangkan kategori film terbaik, actor dan aktris terbaik, sutradara terbaik, dan skenario terbaik pada malam penutupan tanggal 22 April di Blizt Megaplex Grand Indonesia.
 
< Prev   Next >
Green Campus Unila

User Online

We have 2 guests online
 YM ! Status

 YM ! Status

Download

Oct.05
Downloads
FileRUU Perpustakaan - (Baru)
Oct.02
Downloads
FileMakalah Rektor Unila tentang Kampus Hijau
Sep.20
Downloads
FileE-Book Burung-burung di Kampus Unila
Sep.20
Downloads
FileE-Book : Kupu-kupu di Kampus Unila
Sep.18
Downloads
FileE-book : Pohon-pohon di Kampus Unila

Agenda

March 2010 April 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 9 1 2 3 4 5 6
Week 10 7 8 9 10 11 12 13
Week 11 14 15 16 17 18 19 20
Week 12 21 22 23 24 25 26 27
Week 13 28 29 30 31
Post New Event Post New Event

Polls

Koleksi pustaka jenis apa yang belum banyak anda dapatkan di Perpustakaan Unila ?
 

 


WarintekProQuestpdii-lipiIAEA